KABUPATEN KULON PROGO

Kabupaten Kulon Progo beribukota di Wates, dan di Kabupaten inilah Kampus kami berada. Diberi nama Kabupaten Kulon Progo karena letaknya berada di sebelah barat Sungai Progo (Kulon=Barat). Kulon Progo juga terkenal dengan julukan Kota Menoreh, The Jewel of Java dan Kota West Prog. Seperti kabupaten-kabupaten lain, Kulon Progo juga memiliki Moto, Moto itu adalah Binangun yaitu Beriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyub, Ulet, dan Nyaman.
Luas Kabupaten Kulon Progo ± 586,27 km², yang terdiri dari 12 Kecamatan dan 88 Kelurahan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabapaten Sleman dan Bantul di sebelah Timur, Samudra Hindia di Selatan, Kabupaten Magelang di Utara dan di Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo. Lokasi Kulon Progo sekitar 25 km sebelah barat daya dari pusat Ibukota Provinsi DIY.
Kabupaten Kulon Progo memiliki sesuatu khas yang menjadi identitas daeranya, seperti:
·         Seragam : Pegawai Negeri Sipil dan juga pelajar di Kabupaten ini memiliki seragam identitas resmi dengan corak batik khas bergambar geblek renteng (geblek yang berjajar).
·         Kuliner :
-          Geblek => Makanan tradisional yang hanya dijual di wilayah Kabupaten Kulon Progo, terbuat dari pati singkong, tepung tapioka basah kemudian di goreng. Berwarna putih dan bentuknya seperti angka delapan.
-          Tempe Benguk => Bahan dasarnya berasal dari tanaman benguk/koro,rasanya gurih dan khas.
-          Peyek Undur-undur
Untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, pemerintah pusat berencana akan membangun bandara dengan landasan pacu 3.250 meter yang kelak berfungsi sebagai pintu gerbang internasional. Rencana awal adalah untuk menyediakan fasilitas untuk melayani hingga 10 juta penumpang per tahun. Kemudian ekspansi mungkin menampung hingga 20 juta penumpang per tahun dalam fase-3. Sekitar 637 hektar lahan sedang disisihkan untuk proyek tersebut. Dari jumlah ini, 40 % diklasifikasikan sebagai tanah "Paku Alam (Sultan)" sedangkan sisanya milik masyarakat setempat. Lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Temon antara Pantai Congot dan Pantai Glagah (yang meliputi Desa Palihan, Desa Sindutan, Desa Jangkaran dan Desa Glagah).
Selain bandara, pelabuhan baru juga direncanakan akan dibangun dalam waktu dekat, tetapi pelabuhan itu adalah pelabuhan ikan. Disebutkan pelabuhan yang rencananya akan dibangun di pesisir Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo ini akan diberi nama Pelabuhan Tanjung Adikarta. Diperkirakan Pelabuhan Tanjung Adikarta akan menampung sekitar 400 unit kapal.
Selain akan dibangunnya jalur transportasi, Kulon Progo juga berencana akan menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan dan bebas polusi, yaitu:
ü  Kawasan Banguncipto: pengolahan hasil pertanian dan peternakan, dan jasa pergudangan
ü  Kawasan Tuksono : tekstil, industri obat, furnitur, komponen elektronik, perakitan komputer, teknologi tinggi, IT, logam, permesinan, elektronik, kimia, dan jasa pergudangan -


HIMA D3 FE UNY

Author & Editor

Admin Hima D3 FE UNY dari divisi Kominfo

1 comments:

  1. Mau Tray makanan yang ramah lingkungan? Aman bersentuhan dengan makanan Anda? Coba lihat selengkapnya di sini.

    ReplyDelete